Proyek Panggung Seni yang tak tuntas

“ Ini bangunan apa?. Kalau untuk lantai jemur, mana gudangnya? “ ujar Sunan asal kota Palembang.........

Tuesday, January 20, 2026

WOW! Sejarah Baru di Empat Lawang: Siswa SMP Ini Pilih Ketua OSIS Pakai E-Voting, Hasilnya Langsung Muncul di Layar!

Empat Lawang UKN

Kabupaten Empat Lawang kembali mencatatkan sejarah baru di dunia pendidikan. Untuk pertama kalinya, pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di daerah ini dilaksanakan dengan sistem elektronik voting (e-voting). Inovasi yang terbilang berani dan futuristik ini dilaksanakan oleh SMP Negeri 5 Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, pada Senin, 19 Januari 2026.

Sejak pagi hari, suasana sekolah tampak berbeda dari biasanya. Antusiasme terpancar dari wajah para siswa kelas 1 hingga kelas 3 yang berbaris rapi menunggu giliran memasuki bilik suara. Namun, bilik suara yang mereka tuju bukanlah bilik dengan kertas suara seperti pemilihan konvensional. Kali ini, para siswa dihadapkan pada sebuah laptop yang telah terpasang aplikasi e-voting khusus untuk pemilihan OSIS.

Dengan penuh rasa penasaran dan semangat demokrasi, satu per satu siswa maju ke depan. Mereka menentukan pilihan dengan mengklik gambar pasangan calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS sesuai hati nurani masing-masing. Prosesnya sederhana, cepat, dan modern—namun tetap sarat nilai pendidikan demokrasi.

Guru pembina OSIS sekaligus pencetus dan pembuat aplikasi e-voting, Pak Romzi, menjelaskan bahwa sistem ini dirancang agar mudah dipahami oleh siswa sekaligus transparan. Menurutnya, penerapan e-voting bukan hanya sekadar mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran demokrasi yang relevan dengan zaman digital.

“Anak-anak sekarang hidup di era teknologi. Maka pendidikan demokrasi juga harus menyesuaikan. E-voting ini melatih mereka untuk jujur, bertanggung jawab, dan melek teknologi,” ujar Pak Romzi.

Dalam pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS periode 2026–2027, terdapat tiga pasangan kandidat yang telah melalui tahapan seleksi dan masa kampanye. Ketiga pasangan tersebut adalah:

 Nomor Urut 1: Kania Naflah Zairah dan Safitri

 Nomor Urut 2: Jahca Pratama dan Gandi Prayogi

 Nomor Urut 3: M. Gobang dan Meylina

Sebelum hari pemilihan, seluruh kandidat telah melaksanakan kampanye terbuka dengan memaparkan visi, misi, serta program kerja mereka kepada seluruh siswa. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari pendidikan politik sejak dini, agar siswa memahami pentingnya memilih pemimpin berdasarkan gagasan dan program, bukan sekadar popularitas.

Keunikan utama dari sistem e-voting ini terlihat setelah proses pemungutan suara selesai. Hasil perolehan suara langsung muncul di layar monitor dan dapat disaksikan oleh seluruh siswa dan guru yang hadir. Tidak ada perhitungan manual, tidak ada penundaan, dan tidak ada keraguan soal transparansi.

Berdasarkan hasil pemilihan, diperoleh perolehan suara sebagai berikut:

 Kania Naflah Zairah dan Safitri memperoleh 55 suara (18%)

 Jahca Pratama dan Gandi Prayogi memperoleh 113 suara (37%)

 M. Gobang dan Meylina memperoleh 139 suara (45%)

Dengan hasil tersebut, M. Gobang dan Meylina resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua OSIS SMP Negeri 5 Tebing Tinggi periode 2026–2027. Sementara dua pasangan kandidat lainnya tetap dilibatkan dalam kepengurusan OSIS dan menempati jabatan strategis lainnya, sebagai bentuk pembelajaran kolaborasi dan kebersamaan.

Kepala SMP Negeri 5 Tebing Tinggi, Ibu Yusmiati, S.Pd, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas suksesnya pelaksanaan pemilihan OSIS berbasis e-voting ini. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata pembelajaran demokrasi yang aplikatif dan inovatif.

“Alhamdulillah, hari ini kami telah selesai melaksanakan pembelajaran demokrasi melalui pemilihan Ketua OSIS secara e-voting. Sebelumnya para kandidat sudah melaksanakan masa kampanye untuk mensosialisasikan program mereka masing-masing,” ujar Ibu Yusmiati kepada awak media.

Ia juga menambahkan bahwa penggunaan teknologi dalam pemilihan ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa. Menariknya, hasil perolehan suara dapat langsung ditampilkan di layar monitor, yang menurutnya merupakan bagian dari bantuan sarana teknologi dari Presiden Republik Indonesia.

“Karena ini e-voting, hasilnya bisa langsung dilihat di layar monitor. Anak-anak sangat antusias dan belajar bahwa demokrasi itu jujur, terbuka, dan bertanggung jawab,” tambahnya.

Di akhir wawancara, Ibu Yusmiati berharap kegiatan pemilihan OSIS berbasis e-voting ini dapat dilestarikan dan dikembangkan di SMP Negeri 5 Tebing Tinggi, bahkan menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Empat Lawang.

Pemilihan ini kemudian dilanjutkan dengan pelantikan pengurus OSIS masa bakti 2026–2027, menandai awal kepemimpinan baru yang diharapkan mampu membawa perubahan positif bagi sekolah.

Dengan terobosan ini, SMP Negeri 5 Tebing Tinggi membuktikan bahwa sekolah di daerah pun mampu menjadi pelopor inovasi pendidikan, sekaligus menanamkan nilai demokrasi sejak dini dengan cara yang modern, transparan, dan inspiratif. (TIM)

Share:

Tuesday, January 6, 2026

Bukan Sekadar Upacara! Bupati Joncik Muhammad Tegaskan Kerukunan sebagai “Energi Bangsa” di Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag Empat Lawang

 Empat Lawang – UKN

Suasana khidmat bercampur semangat kebangsaan terasa kuat di halaman Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Empat Lawang, Senin pagi (5/1/2026). Ratusan peserta dari berbagai unsur memadati lokasi untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama Republik Indonesia. Namun, upacara kali ini bukan sekadar seremoni tahunan. Di bawah kepemimpinan langsung Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad, peringatan HAB menjadi panggung penegasan pentingnya kerukunan umat sebagai fondasi kokoh Indonesia yang damai.



Sejak pagi, barisan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Kabupaten Empat Lawang telah tersusun rapi. Turut hadir unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua TP-PKK Kabupaten Empat Lawang, instansi vertikal, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga para tamu undangan lainnya. Kehadiran lintas sektor ini seolah menjadi simbol nyata dari semangat sinergi yang diusung dalam peringatan HAB ke-80 tahun ini.

Mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi Indonesia Damai”, upacara peringatan HAB ke-80 terasa relevan dengan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan sambutan Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, dengan penuh penekanan dan penghayatan.

Dalam sambutan tersebut, pesan tentang kerukunan menjadi sorotan utama. Kerukunan, menurut Menteri Agama, bukanlah konsep pasif yang hanya dimaknai sebagai ketiadaan konflik. Lebih dari itu, kerukunan adalah kekuatan aktif yang mampu menggerakkan bangsa menuju kemajuan.

“Kerukunan bukan sekadar kondisi tanpa konflik. Kerukunan adalah sinergi yang produktif, di mana perbedaan identitas, keyakinan, dan latar belakang sosial dirajut menjadi kekuatan kolaboratif untuk menggerakkan kemajuan bangsa,” ungkap Bupati Joncik Muhammad saat membacakan sambutan tersebut.

Pernyataan ini mendapat perhatian serius dari para peserta upacara. Di tengah tantangan global, perbedaan pandangan, serta derasnya arus informasi di era digital, pesan tentang kerukunan terasa semakin penting dan mendesak. Kerukunan bukan lagi sekadar jargon, melainkan kebutuhan nyata bagi keberlangsungan kehidupan berbangsa.

Lebih lanjut, Bupati Joncik menegaskan bahwa selama delapan dekade, Kementerian Agama telah memainkan peran strategis sebagai penjaga harmoni kehidupan beragama di Indonesia. Peran tersebut bukan hanya hadir dalam wacana, tetapi diwujudkan melalui program dan kebijakan konkret yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

“Selama 80 tahun, Kementerian Agama konsisten hadir sebagai penjaga harmoni kehidupan beragama dalam bingkai kebangsaan. Peran itu diwujudkan melalui penguatan pendidikan keagamaan, perawatan kerukunan umat beragama, pemberdayaan ekonomi umat, hingga transformasi digital layanan keagamaan yang manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” lanjutnya.

Transformasi digital menjadi salah satu poin penting dalam sambutan Menteri Agama yang dibacakan Bupati Empat Lawang. Di era perkembangan teknologi yang sangat pesat, termasuk kemunculan kecerdasan buatan (artificial intelligence), Kementerian Agama dituntut untuk tidak tertinggal. ASN Kemenag diharapkan mampu beradaptasi, bersikap responsif terhadap perubahan, serta tetap menghadirkan nilai-nilai keagamaan yang moderat, sejuk, dan mencerahkan.

Pesan tersebut seolah menjadi pengingat bahwa teknologi bukanlah ancaman bagi nilai-nilai keagamaan, melainkan alat yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan pelayanan, meningkatkan kualitas edukasi keagamaan, serta memperkuat pesan-pesan toleransi dan moderasi beragama.

Di tingkat daerah, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang menyambut baik semangat tersebut. Kehadiran langsung Bupati Joncik Muhammad dalam upacara HAB ke-80 dinilai sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peran strategis Kementerian Agama, khususnya dalam menjaga kerukunan umat beragama di wilayah Empat Lawang yang majemuk.

Tak hanya berhenti pada upacara, rangkaian peringatan HAB ke-80 di Kabupaten Empat Lawang juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Usai upacara, Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang menggelar cek kesehatan gratis bagi masyarakat, sebuah kegiatan yang mencerminkan kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan umat.

Selain itu, kegiatan istighosah turut dilaksanakan sebagai bentuk ikhtiar spiritual, memohon keberkahan dan keselamatan bagi bangsa dan daerah. Doa bersama ini menjadi pengingat bahwa pembangunan fisik dan kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan spiritual dan nilai-nilai moral.

Kemenag Kabupaten Empat Lawang juga menyalurkan bantuan ke panti asuhan sebagai wujud nyata kepedulian sosial. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban dan memberikan semangat bagi anak-anak panti asuhan untuk terus menatap masa depan dengan optimisme.

Momen peringatan HAB ke-80 ini juga menjadi ajang penghargaan bagi para ASN yang telah mengabdikan diri dengan penuh loyalitas. Sejumlah ASN di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Empat Lawang menerima Satya Karya Satya Lencana dari Presiden Republik Indonesia. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, integritas, dan pengabdian mereka selama bertahun-tahun dalam melayani negara dan masyarakat.

Penyerahan tanda kehormatan tersebut disambut haru dan bangga oleh para penerima. Bagi mereka, penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas kerja keras dan komitmen dalam menjalankan tugas di tengah berbagai tantangan.

Peringatan HAB ke-80 Kementerian Agama di Kabupaten Empat Lawang pun menjadi refleksi bersama tentang makna pengabdian, kerukunan, dan sinergi. Di tengah dinamika sosial, politik, dan teknologi yang terus berubah, Kementerian Agama diharapkan tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Empat Lawang siap terus bersinergi dengan Kementerian Agama dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Empat Lawang yang rukun, damai, dan sejahtera.

Peringatan HAB ke-80 ini bukan sekadar perayaan usia institusi, tetapi momentum penting untuk memperkuat komitmen bersama. Komitmen untuk merawat kerukunan, memperkuat sinergi, dan menghadirkan Indonesia yang damai, dimulai dari daerah, dari Empat Lawang, untuk Indonesia. (TIM)

Share:

Monday, December 22, 2025

Tak Lagi Numpang! Diskominfo Empat Lawang Siap Punya Kantor Megah Sendiri, Ini Bocoran Besarnya Perubahan di Tahun 2026

Empat Lawang UKN

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang kembali menorehkan langkah penting dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Setelah bertahun-tahun “menumpang” di kantor pinjaman, Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfo) Empat Lawang akhirnya bersiap menempati kantor baru yang representatif di kawasan perkantoran Pemkab Empat Lawang. Gedung baru ini direncanakan mulai difungsikan penuh pada tahun 2026 mendatang, menandai babak baru transformasi layanan informasi dan komunikasi di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Kabar ini disampaikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kabupaten Empat Lawang, Sumitro Sukma Bahagia, saat melakukan peninjauan kondisi bangunan kantor baru pada Senin (22/12/2025). Gedung tersebut berdiri strategis, tepat di belakang Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Empat Lawang, sebuah lokasi yang dinilai sangat ideal untuk mendukung koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Selama ini, Diskominfo Empat Lawang diketahui belum memiliki kantor definitif. Aktivitas dinas yang berperan vital dalam pengelolaan informasi publik, teknologi informasi, persandian, hingga hubungan media itu masih berlangsung di kantor pinjaman milik Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Empat Lawang.

Kondisi tersebut tentu bukan tanpa tantangan. Keterbatasan ruang, sarana pendukung yang belum sepenuhnya ideal, hingga kebutuhan akan infrastruktur teknologi informasi yang memadai menjadi kendala tersendiri dalam menjalankan tugas-tugas strategis Diskominfo.

“Diskominfo itu jantungnya informasi pemerintah daerah. Mulai dari pengelolaan website resmi, media sosial, layanan informasi publik, sampai pengamanan data dan persandian. Tentu butuh kantor yang representatif,” ujar Sumitro Sukma Bahagia dalam peninjauan tersebut.

Karena itu, kehadiran gedung baru ini bukan sekadar perpindahan fisik semata, tetapi juga simbol peningkatan kapasitas dan profesionalisme Diskominfo Empat Lawang.

Menurut Sumitro Sukma Bahagia, secara umum proses pembangunan gedung kantor baru Diskominfo telah selesai. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi sebelum gedung tersebut benar-benar digunakan secara optimal.

“Insyaallah tahun depan, 2026, gedung ini sudah kita fungsikan. Pembangunannya sudah selesai, tinggal penyempurnaan di beberapa bagian,” katanya optimistis.

Ia menjelaskan bahwa kekurangan yang ada tidak bersifat fundamental atau menghambat operasional utama. Beberapa penyesuaian dan perbaikan bisa dilakukan secara bertahap sambil kantor sudah mulai digunakan.

“Kalau ada kekurangan-kekurangan kecil, insyaallah bisa kita benahi sambil jalan. Yang penting gedung ini sudah bisa dipakai dan aktivitas Diskominfo bisa berjalan lebih maksimal,” tambahnya.

Letak kantor baru Diskominfo yang berada di kawasan inti perkantoran Pemkab Empat Lawang dinilai membawa banyak keuntungan. Kedekatan dengan Kantor Setda membuat koordinasi antar-OPD, khususnya dalam hal publikasi kebijakan, dokumentasi kegiatan pimpinan daerah, hingga pengelolaan informasi strategis, dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.

“Selama ini, kalau jarak kantor jauh, koordinasi juga butuh waktu. Dengan lokasi yang strategis ini, kami berharap pelayanan informasi ke publik bisa semakin cepat dan akurat,” ungkap Sumitro.

Tak hanya itu, keberadaan Diskominfo di jantung perkantoran Pemkab juga memperkuat perannya sebagai penghubung antara pemerintah daerah dan masyarakat, terutama di era digital yang menuntut kecepatan dan transparansi.

Diskominfo memiliki peran sentral dalam mendorong digitalisasi pemerintahan daerah. Mulai dari pengembangan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), pengelolaan jaringan internet antar-OPD, hingga layanan pengaduan masyarakat berbasis digital, semuanya berada di bawah naungan dinas ini.

Dengan adanya kantor baru yang lebih luas dan memadai, diharapkan Diskominfo Empat Lawang dapat meningkatkan kinerja dan inovasi.

“Kantor baru ini nantinya bukan hanya tempat kerja, tapi pusat pengembangan teknologi informasi daerah. Kita ingin Diskominfo menjadi motor penggerak transformasi digital di Empat Lawang,” tegas Sumitro.

Ia juga menyinggung pentingnya ruang kerja yang mendukung kolaborasi, ruang server yang aman, serta fasilitas pendukung lainnya yang selama ini sulit diwujudkan di kantor pinjaman.

Meski masih perlu sejumlah penyempurnaan, gedung baru Diskominfo Empat Lawang sudah memunculkan harapan besar, baik bagi internal dinas maupun bagi masyarakat.

Bagi pegawai Diskominfo, kantor baru berarti kenyamanan kerja, ruang yang lebih tertata, serta fasilitas yang mendukung produktivitas. Sementara bagi masyarakat, ini menjadi sinyal keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sistem informasi yang transparan, cepat, dan dapat diakses oleh semua lapisan.

“Pelayanan informasi publik itu hak masyarakat. Dengan fasilitas yang lebih baik, kami ingin memastikan hak itu bisa dipenuhi dengan maksimal,” kata Sumitro.

Namun demikian, Sumitro Sutkma Bahagia dak menutup mata terhadap tantangan yang masih harus dihadapi. Selain penyempurnaan fisik gedung, Diskominfo juga dituntut untuk terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) agar sejalan dengan perkembangan teknologi yang sangat cepat.

“Kantor boleh baru, tapi yang paling penting adalah SDM dan sistemnya. Itu yang terus kita benahi,” ujarnya.

Ia berharap dukungan dari pimpinan daerah dan seluruh stakeholder agar Diskominfo dapat menjalankan perannya secara optimal di gedung baru nanti.

Pembangunan dan pemungsian  kantor baru Diskominfo ini dinilai sebagai bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Empat Lawang dalam memperkuat kelembagaan dan pelayanan publik.

Di tengah tuntutan masyarakat akan keterbukaan informasi, kecepatan layanan, dan pemanfaatan teknologi digital, langkah ini menjadi sinyal positif bahwa Pemkab Empat Lawang tidak ingin tertinggal.

“Ini bukan sekadar gedung, tapi simbol keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sistem pemerintahan yang modern dan responsif,” pungkas Sumitro.

Dengan rencana pemungsian  pada tahun 2026, masyarakat Empat Lawang kini menanti: akankah gedung baru Diskominfo ini benar-benar menjadi pusat perubahan dan inovasi? Satu hal yang pasti, era “numpang kantor” segera berakhir, dan Diskominfo Empat Lawang siap melangkah ke babak baru. (TIM)

Share:

Bukan Sekadar Perayaan! Alasan Bupati Empat Lawang Pilih Pulau Emas untuk HUT Korpri 2025 Ini Jadi Sorotan Publik

Empat Lawang UKN

Pulau Emas Tebing Tinggi mendadak menjadi pusat perhatian. Rabu pagi itu, kawasan yang kini terus berkembang sebagai ikon baru Kabupaten Empat Lawang tampak semarak oleh ribuan langkah Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat. Bukan tanpa alasan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Empat Lawang secara khusus memilih Pulau Emas sebagai lokasi peringatan Hari Ulang Tahun Korps Pegawai Republik Indonesia (HUT Korpri) ke-54 Tahun 2025. Keputusan ini sekaligus menegaskan arah besar pembangunan daerah yang mulai difokuskan pada sektor pariwisata dan ruang publik.

Peringatan HUT Korpri ke-54 tersebut digelar di Pulau Emas yang kini dikenal sebagai ikon pusat kegiatan masyarakat Empat Lawang. Kegiatan berlangsung meriah dan penuh makna, mencerminkan semangat kebersamaan serta dedikasi ASN dalam melayani masyarakat. Berdasarkan informasi yang dikutip dari laman resmi Website Empat Lawang, rangkaian acara utama telah dilaksanakan pada Senin, 1 Desember 2025, dan menjadi momentum penting bagi Pemkab Empat Lawang untuk menunjukkan komitmennya dalam membangun daerah.

Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad, Wakil Bupati, Ketua DPRD Kabupaten Empat Lawang, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK, Ketua GOW, Ketua Ikatri, serta ratusan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. Kehadiran para pimpinan daerah tersebut bukan hanya simbol seremonial, tetapi juga bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan Pulau Emas sebagai pusat kegiatan publik dan destinasi pariwisata unggulan.

Sejak pagi hari, suasana Pulau Emas sudah dipenuhi antusiasme. Rangkaian kegiatan diawali dengan jalan santai dan senam sehat yang diikuti ratusan ASN bersama masyarakat umum. Tawa, canda, dan semangat kebersamaan terasa kental, menjadikan perayaan HUT Korpri kali ini terasa lebih dekat dengan rakyat.

Bagi banyak peserta, kegiatan ini bukan hanya ajang olahraga bersama, tetapi juga kesempatan untuk menikmati keindahan Pulau Emas yang terus dibenahi. Hamparan kawasan yang tertata, pemandangan sungai, serta fasilitas publik yang mulai lengkap menjadi daya tarik tersendiri.

Seluruh agenda peringatan HUT Korpri ke-54 ini sengaja dipusatkan di Pulau Emas Tebing Tinggi. Lokasi tersebut dipilih bukan tanpa pertimbangan matang. Pulau Emas dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai ikon baru Kabupaten Empat Lawang, baik sebagai pusat kegiatan masyarakat maupun destinasi wisata.

Dalam sambutannya, Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad secara terbuka mengungkap alasan utama mengapa Pulau Emas dipilih sebagai lokasi perayaan HUT Korpri tahun ini. Menurutnya, Pulau Emas memiliki nilai strategis yang sangat besar bagi masa depan Empat Lawang.

“Alasan utama saya memilih Pulau Emas sebagai lokasi perayaan, karena Pulau Emas memiliki potensi besar untuk menjadi simbol kebanggaan Kabupaten Empat Lawang,” ujar Joncik di hadapan para peserta.

Ia bahkan menegaskan keinginannya agar Pulau Emas benar-benar melekat dalam identitas Empat Lawang di mata masyarakat luas, baik di tingkat regional maupun nasional.

“Kenapa HUT Korpri ini dipusatkan di Pulau Emas? Karena saya ingin Pulau Emas menjadi Ikon Empat Lawang. Saya ingin ketika orang mengingat Empat Lawang, yang terlintas adalah Pulau Emas,” jelasnya dengan penuh keyakinan.

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para ASN dan masyarakat yang hadir. Banyak yang menilai langkah ini sebagai strategi cerdas untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus menghidupkan ruang publik.

Tak berhenti sampai di situ, Bupati Joncik juga menegaskan bahwa perayaan HUT Korpri ini hanyalah awal. Ke depan, Pemkab Empat Lawang berencana menjadikan Pulau Emas sebagai lokasi utama berbagai event besar.

“Ke depan, event-event besar akan kita gelar di Pulau Emas. Maka dari itu, mari kita jaga Pulau ini bersama,” tegasnya.

Menurut Joncik, langkah ini bertujuan ganda. Selain menarik kunjungan wisatawan, juga untuk mempercepat pembangunan sektor pariwisata daerah. Dengan seringnya kegiatan besar digelar di Pulau Emas, diharapkan kawasan ini semakin dikenal dan mampu menjadi magnet ekonomi baru bagi Empat Lawang.

Ia juga mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk turut berperan aktif menjaga kebersihan, keamanan, dan keindahan Pulau Emas. Menurutnya, keberhasilan pengembangan kawasan ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kesadaran bersama.

Bupati Joncik menilai peringatan HUT Korpri ke-54 ini sebagai momentum strategis untuk mendorong kemajuan Empat Lawang secara menyeluruh. Ia mengaitkan perayaan ini dengan visi besar pembangunan daerah, yakni Visi Madani Jilid II.

“Kita ingin HUT Korpri tahun ini menjadi momentum agar Empat Lawang semakin maju, sehingga Visi Madani Jilid II bisa terwujud. Mari seluruh masyarakat dan ASN untuk turut memaksimalkan keberadaan Pulau Emas sebagai destinasi unggulan,” tuturnya.

Menurutnya, ASN memiliki peran penting sebagai motor penggerak pembangunan. Dengan semangat Korpri, ASN diharapkan mampu bekerja lebih profesional, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas.

Selain sebagai destinasi wisata, pengembangan Pulau Emas juga diharapkan membawa dampak ekonomi nyata bagi masyarakat sekitar. Bupati Joncik menekankan bahwa setiap pembangunan harus memberikan manfaat langsung bagi rakyat.

Ia berharap kehadiran wisatawan nantinya dapat membuka peluang usaha baru, mulai dari sektor UMKM, kuliner, jasa, hingga ekonomi kreatif.

“Pengembangan kawasan ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik wisata dan memberi dampak ekonomi bagi warga sekitar,” katanya.

Dengan semakin ramainya Pulau Emas, masyarakat sekitar diharapkan bisa ikut merasakan manfaatnya, baik melalui peningkatan pendapatan maupun terciptanya lapangan kerja baru.

Kehadiran Wakil Bupati, Ketua DPRD, unsur Forkopimda, serta para ketua organisasi perempuan daerah seperti TP-PKK, GOW, dan Ikatri menjadi bukti nyata dukungan penuh terhadap pengembangan Pulau Emas.

Para pimpinan daerah sepakat bahwa Pulau Emas memiliki potensi besar untuk menjadi wajah baru Empat Lawang. Sinergi antara eksekutif, legislatif, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci utama keberhasilan pembangunan kawasan tersebut.

Peringatan HUT Korpri ke-54 ini terasa istimewa karena mampu menyatukan ASN dan masyarakat dalam satu ruang kebersamaan. Tidak ada sekat formal, semua larut dalam semangat perayaan yang sederhana namun penuh makna.

Bagi ASN, kegiatan ini menjadi pengingat akan tugas utama mereka sebagai pelayan masyarakat. Sementara bagi warga, kehadiran pemerintah di ruang publik seperti Pulau Emas memberikan rasa kedekatan dan kebanggaan tersendiri.

Di akhir sambutannya, Bupati Joncik kembali menegaskan harapannya agar Pulau Emas benar-benar menjadi ikon Empat Lawang yang dikenal luas.

“Mari kita jadikan Pulau Emas benar-benar menjadi Ikon Empat Lawang. Kita ingin orang datang ke Empat Lawang, dan salah satu tujuan utama mereka adalah Pulau Emas sebagai pusat pariwisata,” harapnya.

Dengan komitmen kuat dari pemerintah daerah, dukungan ASN, serta partisipasi aktif masyarakat, Pulau Emas diyakini akan tumbuh menjadi kebanggaan bersama. Peringatan HUT Korpri ke-54 ini pun tercatat bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan langkah strategis menuju masa depan Empat Lawang yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing. (TIM)

Share:

Dilantik Langsung Bupati Joncik! Pesan Tegas Ini Menggema di Balik Rotasi Pejabat Empat Lawang 2025

Empat Lawang UKN

Suasana Aula Pemerintah Kabupaten Empat Lawang mendadak terasa lebih khidmat dari biasanya. Deretan pejabat berdiri rapi, wajah-wajah penuh harap bercampur tanggung jawab besar yang segera dipikul. Di momen inilah, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang resmi menggelar Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Administrator dan Pengawas Tahun 2025, sebuah agenda penting yang bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi penanda arah baru roda pemerintahan di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati.

Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, didampingi Wakil Bupati Arifai, pada Selasa (04/11/2025). Kehadiran pimpinan daerah secara langsung menegaskan bahwa agenda ini memiliki arti strategis dalam upaya percepatan pembangunan daerah.

Turut hadir dalam acara tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Empat Lawang Fauzan Hoiri, AP., MM., Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Empat Lawang Ibu Tuti Khomaria Fauzan, para asisten, staf ahli, kepala OPD, para kepala bagian, serta seluruh camat se-Kabupaten Empat Lawang. Kehadiran jajaran lengkap ini menambah bobot pelantikan yang berlangsung tertib dan penuh makna.

Dalam sambutannya, Bupati Joncik Muhammad menyampaikan pesan yang langsung menyentuh inti kepemimpinan birokrasi. Ia menegaskan bahwa jabatan bukanlah sesuatu yang bisa dibanggakan semata, apalagi dijadikan hak pribadi.

“Jabatan itu bukan hak, tetapi amanah yang dijalankan. Kepercayaan yang telah diberikan harus dijaga dan dibuktikan dengan kinerja terbaik untuk masyarakat Empat Lawang,” tegas Joncik.

Pernyataan ini seolah menjadi pengingat keras bagi para pejabat yang baru dilantik bahwa sumpah jabatan bukan sekadar rangkaian kata, melainkan janji moral dan tanggung jawab besar kepada rakyat. Di tengah tantangan pembangunan dan keterbatasan anggaran, pejabat daerah dituntut untuk bekerja lebih cerdas, cepat, dan berdampak nyata.

Bupati juga menekankan bahwa dalam birokrasi pemerintahan, tidak ada jabatan yang lebih tinggi atau lebih rendah dari sisi nilai pengabdian.

“Tidak ada jabatan yang istimewa atau rendah. Semua jabatan itu sama nilainya, selama dijalankan dengan dedikasi dan keikhlasan,” ujarnya.

Pesan ini disambut dengan anggukan para pejabat yang hadir. Sebuah penegasan bahwa keberhasilan pemerintahan bukan ditentukan oleh posisi semata, melainkan oleh komitmen dan kualitas kerja.

Dalam pelantikan tersebut, tiga pejabat administrator dan empat pejabat pengawas resmi mengemban tugas baru. Rotasi dan promosi ini disebut sebagai bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus optimalisasi kinerja perangkat daerah.

Bupati Joncik Muhammad menyampaikan ucapan selamat kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia berharap kepercayaan yang diberikan dapat dijawab dengan kerja nyata dan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Tak lupa, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pejabat lama yang telah mengabdi dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, setiap pengabdian, sekecil apa pun, tetap memiliki kontribusi bagi kemajuan daerah.

Salah satu poin penting yang disorot Bupati Joncik dalam sambutannya adalah kondisi fiskal Kabupaten Empat Lawang. Dengan APBD yang tergolong kecil dibandingkan daerah lain di Sumatera Selatan, tantangan pembangunan tentu tidak ringan.

Namun, Joncik menegaskan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berjalan lambat atau tertinggal.

“Empat Lawang ini, dengan APBD yang tergolong kecil di Sumatera Selatan, tapi kita tidak boleh tertinggal. Kita harus kerja cepat, tepat, dan fokus pada hasil,” tegasnya lantang.

Pernyataan ini menjadi cambuk semangat bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. Efisiensi, inovasi, dan kolaborasi disebut sebagai kunci agar pembangunan tetap berjalan meski dengan sumber daya terbatas.

Lebih lanjut, Bupati Joncik menekankan bahwa pelantikan dan rotasi jabatan bukan dilakukan secara asal. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus melakukan evaluasi kinerja serta penempatan pejabat sesuai dengan kompetensi dan kemampuan masing-masing.

“Kami akan menempatkan pejabat di posisi yang tepat. Kita butuh percepatan pembangunan agar Empat Lawang bisa bersaing dan tumbuh lebih baik,” ungkapnya.

Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa ke depan, profesionalisme dan kinerja akan menjadi tolok ukur utama dalam birokrasi. Pejabat yang tidak mampu menunjukkan hasil kerja optimal dipastikan akan dievaluasi.

Pelantikan ini bukan hanya tentang perubahan struktur jabatan, tetapi juga tentang harapan baru. Harapan agar pelayanan publik semakin baik, pembangunan semakin merata, dan kesejahteraan masyarakat Empat Lawang terus meningkat.

Dengan kepemimpinan yang tegas dan visi pembangunan yang jelas, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang diharapkan mampu menjawab tantangan zaman. Terlebih di tengah dinamika nasional dan tuntutan masyarakat yang semakin tinggi terhadap kualitas pelayanan pemerintah.

Acara pelantikan pun ditutup dengan doa bersama, sebagai simbol harapan agar para pejabat yang baru dilantik mampu menjalankan tugas dengan integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian.

Kini, sorotan publik tertuju pada langkah-langkah konkret yang akan diambil para pejabat baru tersebut. Apakah pesan tegas Bupati Joncik Muhammad akan benar-benar terwujud dalam kerja nyata? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: Empat Lawang tengah bersiap melaju lebih cepat di tahun 2025. (TIM)

Share:

Bukan Sekadar Seremoni! Bupati Joncik Guncang Pendopo, PKK dan Posyandu Empat Lawang Didorong Jadi Motor Perubahan Hingga 2030

Empat Lawang UKN

Pendopoan Rumah Dinas Bupati Empat Lawang tampak berbeda pada Rabu, 14 Oktober 2025. Suasana khidmat berpadu dengan semangat optimisme ketika Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhammad, S.Si., S.H., M.H., M.M., memimpin langsung acara Pengukuhan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) serta Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Empat Lawang. Tidak hanya itu, Bupati juga secara resmi melantik Pengurus TP-PKK dan Tim Pembina Posyandu Masa Bakti 2025–2030, termasuk Tim Pembina Posyandu Kecamatan se-Kabupaten Empat Lawang.

Acara ini bukan sekadar agenda rutin pemerintahan. Di hadapan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya, Bupati Joncik Muhammad menegaskan bahwa pengukuhan dan pelantikan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat fondasi pembangunan dari tingkat keluarga.

Dalam sambutannya, Bupati Joncik Muhammad menekankan bahwa PKK dan Posyandu memegang peran krusial dalam pembangunan daerah. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari kualitas keluarga dan masyarakat yang menjadi subjek utama pembangunan.

“PKK dan Posyandu adalah ujung tombak pembangunan di tingkat keluarga dan desa. Dari sinilah kualitas generasi masa depan ditentukan. Dengan struktur kepengurusan yang baru ini, saya berharap sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan Empat Lawang yang Madani,” tegas Joncik Muhammad.

Pernyataan tersebut disambut antusias oleh para pengurus yang baru dikukuhkan dan dilantik. Mereka menyadari bahwa amanah yang diemban bukanlah tugas ringan, melainkan tanggung jawab besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Bupati Joncik juga menggarisbawahi bahwa percepatan pembangunan daerah tidak dapat bertumpu semata-mata pada pembangunan fisik. Ia menilai, pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan ketahanan keluarga merupakan kunci utama untuk menciptakan masyarakat yang maju dan berdaya saing.

“Jalan dan gedung bisa dibangun dengan cepat, tetapi membangun manusia membutuhkan proses panjang. Di sinilah peran PKK dan Posyandu menjadi sangat strategis,” ungkapnya.

Program-program PKK yang menyentuh langsung kehidupan keluarga, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi keluarga, hingga pola asuh anak, dinilai sangat relevan dengan tantangan zaman. Begitu pula Posyandu, yang menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan ibu dan anak, pencegahan stunting, serta peningkatan gizi masyarakat.

Pengukuhan dan pelantikan pengurus TP-PKK dan Tim Pembina Posyandu Masa Bakti 2025–2030 ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya inovasi dan terobosan baru. Bupati Joncik meminta seluruh pengurus untuk tidak bekerja secara rutinitas semata, tetapi mampu menghadirkan program-program kreatif yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Saya ingin PKK dan Posyandu ke depan lebih inovatif, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan mampu berkolaborasi lintas sektor. Jangan bekerja sendiri-sendiri. Sinergi adalah kunci,” pesan Bupati.

Ia juga menekankan pentingnya peran Tim Pembina Posyandu Kecamatan sebagai penghubung antara kebijakan di tingkat kabupaten dengan pelaksanaan di lapangan. Dengan koordinasi yang baik, berbagai program kesehatan dan pemberdayaan keluarga diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Kehadiran Forkopimda dan jajaran pejabat OPD dalam acara tersebut menjadi bukti dukungan penuh pemerintah daerah terhadap penguatan peran PKK dan Posyandu. Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, kata Bupati, siap memberikan dukungan kebijakan dan fasilitas agar program-program yang dirancang dapat berjalan optimal.

“Pemerintah daerah tidak akan lepas tangan. Kami siap mendukung, baik dari sisi kebijakan maupun penganggaran, selama program yang dijalankan benar-benar untuk kepentingan masyarakat,” ujar Joncik Muhammad.

Ia berharap dukungan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin oleh para pengurus untuk memperluas jangkauan program dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Konsep Empat Lawang yang Madani menjadi benang merah dalam sambutan Bupati. Menurutnya, masyarakat madani adalah masyarakat yang sehat, berpendidikan, mandiri secara ekonomi, serta memiliki ketahanan sosial dan keluarga yang kuat.

“PKK dan Posyandu adalah fondasi untuk mewujudkan masyarakat madani. Jika keluarga-keluarga kita kuat, maka daerah ini akan kuat,” tegasnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut mendukung program PKK dan Posyandu, karena keberhasilan pembangunan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Meski penuh optimisme, Bupati Joncik tidak menampik bahwa tantangan ke depan semakin kompleks. Persoalan kesehatan ibu dan anak, gizi, stunting, hingga ketahanan ekonomi keluarga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama.

Oleh karena itu, ia meminta para pengurus yang baru dilantik untuk bekerja dengan penuh dedikasi, integritas, dan semangat pengabdian.

“Jabatan ini adalah amanah. Gunakan untuk melayani, bukan dilayani. Saya yakin, dengan niat yang tulus dan kerja yang sungguh-sungguh, kita bisa membawa perubahan nyata,” pesannya.

Acara pengukuhan dan pelantikan ini ditutup dengan harapan besar. Diharapkan, momentum ini menjadi awal babak baru bagi TP-PKK dan Posyandu Kabupaten Empat Lawang untuk bergerak lebih progresif dan berdampak luas.

Dengan kepengurusan baru hingga 2030, PKK dan Posyandu diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan manusia di Empat Lawang, menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Sebagaimana ditegaskan Bupati Joncik Muhammad, pembangunan sejati dimulai dari keluarga. Dan dari Pendopoan Rumah Dinas Bupati hari itu, semangat membangun Empat Lawang dari akar rumput kembali dinyalakan. (TIM)

Share:

Wednesday, December 10, 2025

Empat Lawang Bersiap Lakukan Lompatan Besar!

Empat Lawang UKN

Suasana tegang namun penuh antusiasme menyelimuti ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Empat Lawang pada Jumat, 28 November 2025. Para anggota dewan, jajaran pemerintah daerah, hingga perwakilan unsur Forkopimda tampak memenuhi ruangan untuk mengikuti agenda krusial: mendengarkan laporan Badan Anggaran (Banggar) dan Panitia Khusus (Pansus) terkait tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) strategis yang disebut-sebut akan menjadi fondasi pembangunan daerah lima tahun ke depan.

 


Dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Empat Lawang, Darli, rapat ini menjadi pusat perhatian karena memuat keputusan besar yang berdampak pada sistem keuangan, pengelolaan aset, dan arah pembangunan jangka menengah daerah. Tidak berlebihan jika banyak pihak menyebut rapat ini sebagai salah satu momen penentu masa depan Empat Lawang.

Dalam pemaparan panjang dan detail, Banggar serta Pansus menjelaskan hasil pembahasan terhadap tiga raperda strategis:

1.    Raperda APBD Tahun Anggaran 2026

Dokumen ini menjadi pilar penganggaran daerah, mengatur arah belanja, prioritas pembangunan, serta strategi pembiayaan pembangunan sepanjang 2026.

2.    Perubahan Raperda Nomor 8 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah

Peraturan yang sangat penting untuk memastikan aset-aset daerah dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel. Penyempurnaan ini dianggap mendesak untuk menyesuaikan kebutuhan zaman.

3.    Raperda tentang RPJMD Kabupaten Empat Lawang Tahun 2025–2029

Inilah “peta jalan” yang menentukan seperti apa wajah pembangunan daerah lima tahun ke depan. Mulai dari infrastruktur, ekonomi, pendidikan, hingga layanan publik, semuanya tertuang dalam RPJMD.

 

Ketiga dokumen ini disebut sebagai payung hukum yang akan memperkuat tata kelola pemerintahan sekaligus menjadi pondasi pembangunan jangka menengah daerah. Para anggota dewan menekankan bahwa raperda tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan perangkat penting untuk memastikan arah pembangunan Empat Lawang berjalan terstruktur, terukur, dan berkesinambungan.

Dalam sidang tersebut, seluruh juru bicara fraksi—mulai dari PAN, PDIP, Golkar, Demokrat, hingga Kebangkitan Indonesia Raya—memberikan pandangan umum yang menarik perhatian banyak pihak. Meski masing-masing memiliki perspektif dan fokus berbeda, seluruh fraksi menunjukkan dukungan penuh terhadap substansi raperda.

Beberapa fraksi menyoroti perlunya penguatan manajemen keuangan, sementara lainnya menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan aset daerah. Ada pula fraksi yang memberikan apresiasi atas sejumlah capaian prestisius pemerintah Kabupaten Empat Lawang di tingkat nasional, sesuatu yang dinilai layak mendapat perhatian karena menjadi bukti nyata peningkatan kinerja pemerintah daerah.

Selain itu, seluruh fraksi sepakat bahwa penyusunan APBD 2026 dan RPJMD 2025–2029 harus dirancang secara realistis namun visioner, agar pembangunan daerah tidak hanya mampu menjawab kebutuhan hari ini, tetapi juga siap menghadapi tantangan masa depan.

Rapat Paripurna Menghasilkan Keputusan Besar: Semua Raperda Disetujui Aklamasi

Setelah melalui rangkaian penyampaian pandangan umum dan debat internal, rapat paripurna mencapai titik penting ketika seluruh anggota DPRD sepakat memberikan persetujuan secara aklamasiterhadap tiga raperda tersebut. Suasana ruang sidang pun berubah menjadi lebih dinamis, karena keputusan bersejarah ini menandai babak baru penguatan tata kelola pemerintahan.

Sebagai bentuk pengesahan bersama, Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad, Wakil Bupati, Ketua DPRD, serta para Wakil Ketua DPRD menandatangani berita acara persetujuan. Penandatanganan tersebut menjadi simbol komitmen bersama antara legislatif dan eksekutif.

Selanjutnya, dokumen raperda akan dikirimkan ke Gubernur Sumatera Selatan untuk dilakukan evaluasi dan disahkan. Proses ini harus dilakukan paling lambat tiga hari setelah penandatanganan, guna memastikan bahwa regulasi yang disusun dapat segera diimplementasikan tanpa hambatan administratif.

Usai penandatanganan, Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota DPRD dan pihak terkait yang telah bekerja keras menyelesaikan raperda tepat waktu. Dalam keterangannya, Joncik menekankan pentingnya regulasi yang baru disahkan tersebut untuk memastikan tertib administrasi dan pengelolaan aset daerah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD, para Forkopimda, dan semua elemen yang bekerja keras menyukseskan Raperda sesuai tenggat waktu. Ke depan, semua elemen pemerintah Kabupaten Empat Lawang akan terus bekerja maksimal demi kemajuan daerah,”ujar Joncik.

Bupati juga menyoroti bahwa penyempurnaan regulasi bukan hanya menjalankan kewajiban administratif, tetapi juga wujud komitmen pemerintah untuk memperkuat fondasi pelayanan publik. (TIM)

Share:

Featured Post

WOW! Sejarah Baru di Empat Lawang: Siswa SMP Ini Pilih Ketua OSIS Pakai E-Voting, Hasilnya Langsung Muncul di Layar!

BKPSDM 4 LAWANG

KABAG TAPEM 4 LAWANG

KABID ANGGARAN 4 LAWANG

Cari di web ini

Tag