Proyek Panggung Seni yang tak tuntas

“ Ini bangunan apa?. Kalau untuk lantai jemur, mana gudangnya? “ ujar Sunan asal kota Palembang.........

Saturday, August 15, 2026

Usai Dengarkan Pidato Prabowo, Ketua DPRD Empat Lawang Sampaikan Pesan Penting: “Kami Dukung Penuh”

EMPAT LAWANG UKN

Ada pesan penting yang disampaikan Ketua DPRD Empat Lawang Darli, SH, MH, setelah mengikuti pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto. Darli menegaskan bahwa DPRD Empat Lawang memberikan dukungan penuh terhadap berbagai program pemerintah pusat yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan.

Pernyataan tersebut disampaikan Darli usai mengikuti rapat paripurna dalam rangka mendengarkan pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI secara daring.

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Empat Lawang pada Jumat, 14 Agustus 2026, dan diikuti bersama Bupati Empat Lawang.

Dalam kesempatan tersebut, Darli menyimak langsung penyampaian Presiden mengenai arah kebijakan serta berbagai program pemerintah yang diharapkan mampu mendorong kemajuan Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagi Darli, pidato kenegaraan tersebut bukan sekadar agenda rutin kenegaraan. Momentum itu dinilainya penting bagi seluruh unsur pemerintahan, termasuk pemerintah daerah dan DPRD, untuk melihat arah pembangunan nasional sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Menurutnya, program pembangunan akan berjalan lebih maksimal apabila terdapat koordinasi dan dukungan dari seluruh tingkatan pemerintahan.

“Kami di DPRD Empat Lawang tentu mendukung penuh program-program pemerintah pusat yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempercepat pembangunan daerah,” ujar Darli.

Pernyataan Ketua DPRD Empat Lawang tersebut sekaligus menjadi harapan agar kebijakan pemerintah pusat dapat memberikan ruang dan perhatian terhadap kebutuhan daerah.

Darli menyebut dukungan pemerintah pusat sangat diperlukan untuk mendorong percepatan pembangunan di berbagai sektor di Kabupaten Empat Lawang.

Menurutnya, setiap daerah memiliki kebutuhan dan tantangan yang berbeda. Karena itu, kebijakan pemerintah pusat diharapkan dapat terus memperhatikan kondisi daerah sehingga pelaksanaannya mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat.

Harapan tersebut menjadi penting karena pembangunan di daerah membutuhkan sinergi lintas pemerintahan. Program nasional yang dilaksanakan hingga tingkat kabupaten harus dapat disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat serta potensi yang dimiliki daerah.

“ Kami berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah semakin kuat. Dengan kebersamaan, tentunya berbagai program pembangunan dapat dilaksanakan dengan baik dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Darli kepada awak media.

Bagi DPRD Empat Lawang, dukungan terhadap program pemerintah pusat diharapkan tidak berhenti pada tataran kebijakan. Program yang dijalankan harus memiliki dampak yang dapat dirasakan masyarakat.

Pembangunan daerah pada akhirnya berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Infrastruktur, pelayanan publik, penguatan ekonomi, serta berbagai sektor lainnya membutuhkan kebijakan yang berkesinambungan dan dukungan dari berbagai pihak.

Karena itu, hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi salah satu bagian penting dalam memastikan agenda pembangunan dapat berjalan.

DPRD sebagai lembaga perwakilan masyarakat juga memiliki posisi strategis dalam mengawal kepentingan masyarakat daerah. Aspirasi masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari pembahasan dan pelaksanaan berbagai program pembangunan.

Darli menilai kebersamaan antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat perlu terus diperkuat.

Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai program pembangunan diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Pernyataan dukungan Darli terhadap program pemerintah pusat juga membawa harapan agar Kabupaten Empat Lawang memperoleh perhatian dalam agenda pembangunan nasional.

Dukungan pemerintah pusat dinilai dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong percepatan pembangunan daerah, khususnya terhadap berbagai kebutuhan yang memerlukan koordinasi dan dukungan lintas pemerintahan.

Bagi masyarakat Empat Lawang, hasil dari sinergi tersebut tentu menjadi hal yang paling dinantikan.

Sebab, keberhasilan pembangunan pada akhirnya tidak hanya diukur dari banyaknya program yang direncanakan, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

Pesan Darli setelah mengikuti pidato kenegaraan Presiden Prabowo pun menegaskan satu hal: DPRD Empat Lawang siap mendukung program pemerintah pusat yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Kini, sinergi antara pusat dan daerah menjadi pekerjaan bersama. Dengan koordinasi yang semakin kuat, berbagai program pembangunan diharapkan dapat diterjemahkan menjadi langkah konkret yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Kabupaten Empat Lawang. Dukungan tersebut sekaligus menjadi harapan agar arah pembangunan nasional dapat berjalan beriringan dengan kepentingan daerah, sehingga manfaat pembangunan benar-benar dapat dirasakan hingga ke tengah masyarakat. (TIM)

Share:

Monday, August 10, 2026

87 Siswa SMPN 5 Tebing Tinggi Turun ke Lapangan! Aksi Drumband PANDAWA LIMA Meriahkan HUT RI ke-81 di Empat Lawang

EMPAT LAWANG UKN

Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun 2026 mulai terasa di berbagai penjuru Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Salah satunya terlihat di Kecamatan Tebing Tinggi, Senin (10/8/2026), ketika puluhan pelajar tampil membawa semangat nasionalisme melalui lantunan musik dan atraksi drumband.

Sebanyak 87 siswa SMP Negeri 5 Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, yang tergabung dalam kelompok drumband PANDAWA LIMA, dikirim untuk mengikuti lomba drumband tingkat Kecamatan Tebing Tinggi. Kegiatan tersebut dipusatkan di Lapangan Bola Talang Jawa, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang.

Keikutsertaan para pelajar tersebut bukan sekadar untuk meramaikan rangkaian peringatan HUT RI. Kehadiran mereka juga menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan kemampuan, kedisiplinan, kekompakan, serta keberanian tampil di hadapan masyarakat.

Dengan mengenakan perlengkapan drumband dan membawa berbagai alat musik, para anggota PANDAWA LIMA hadir membawa energi tersendiri dalam suasana peringatan kemerdekaan. Setiap hentakan alat musik menjadi bagian dari semangat generasi muda dalam mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif.

Kepala SMP Negeri 5 Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang, Yusmiati, S.Pd., menyampaikan bahwa pihak sekolah memang mengirimkan sebanyak 87 siswa yang merupakan anggota drumband untuk mengikuti perlombaan tersebut.

Menurut Yusmiati, keikutsertaan siswa dalam kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dari proses pendidikan di luar ruang kelas. Para siswa tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan akademik, tetapi juga perlu mendapatkan pengalaman dalam kegiatan yang melatih karakter, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kerja sama.

“Sekolah kami mengirim sebanyak 87 siswa anggota drumband untuk mengikuti lomba ini di Lapangan Bola Talang Jawa, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang,” ujar Yusmiati kepada awak media.

Bukan Sekadar Membunyikan Alat Musik

Drumband selama ini mungkin terlihat sebagai sebuah pertunjukan musik yang mengandalkan bunyi alat-alat musik dan gerakan barisan. Namun, di balik penampilan tersebut terdapat proses latihan yang membutuhkan ketekunan dan kedisiplinan.

Para anggota drumband harus mampu mengikuti irama, menjaga tempo, memperhatikan aba-aba, mempertahankan formasi, sekaligus menjaga kekompakan dengan anggota lainnya.

Satu kesalahan kecil dalam barisan maupun irama dapat memengaruhi keseluruhan penampilan. Karena itu, keikutsertaan 87 siswa SMPN 5 Tebing Tinggi dalam lomba tersebut menjadi pengalaman berharga bagi mereka.

Di tengah suasana peringatan HUT RI ke-81, para siswa mendapat kesempatan untuk menunjukkan bahwa generasi muda juga dapat berkontribusi dalam memeriahkan hari bersejarah bagi bangsa Indonesia melalui bakat dan kreativitas yang mereka miliki.

PANDAWA LIMA menjadi wadah bagi para siswa untuk belajar bahwa sebuah penampilan yang baik tidak dapat dilakukan secara individual. Setiap anggota memiliki peran masing-masing dan harus saling mendukung agar penampilan kelompok dapat berjalan dengan baik.

Dari kegiatan tersebut, nilai-nilai seperti gotong royong, kebersamaan, disiplin dan tanggung jawab dapat tumbuh secara alami.

Semangat Kemerdekaan dari Kalangan Pelajar

Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia setiap tahun tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pahlawan. Bagi generasi muda, peringatan kemerdekaan juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kreativitas dan prestasi.

Hal inilah yang tampak dalam keterlibatan siswa SMPN 5 Tebing Tinggi pada lomba drumband tingkat kecamatan tersebut.

Para pelajar hadir bukan hanya sebagai peserta perlombaan, tetapi juga sebagai bagian dari generasi penerus yang akan melanjutkan perjalanan bangsa.

Usia sekolah merupakan masa penting dalam pembentukan karakter. Pengalaman mengikuti kegiatan kelompok seperti drumband dapat memberikan pelajaran yang tidak selalu diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas.

Ketika berada dalam satu kelompok, setiap siswa belajar untuk mendengarkan arahan, menghargai teman, menjaga kekompakan dan bertanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat kemerdekaan yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Apalagi, kegiatan berlangsung dalam rangka menyambut HUT RI ke-81 tahun 2026. Suasana kemerdekaan membuat kegiatan tersebut semakin memiliki makna bagi para peserta.

Lapangan Bola Talang Jawa pun menjadi salah satu titik berkumpulnya semangat masyarakat dan pelajar dalam memeriahkan bulan kemerdekaan.

87 Siswa, Satu Semangat

Jumlah 87 siswa yang dibawa SMPN 5 Tebing Tinggi menunjukkan bahwa kegiatan drumband melibatkan cukup banyak pelajar. Mereka datang dengan satu tujuan, yakni memberikan penampilan terbaik dalam ajang perlombaan tingkat Kecamatan Tebing Tinggi.

Di balik jumlah tersebut terdapat berbagai karakter dan kemampuan yang berbeda. Namun, ketika mengenakan atribut sebagai anggota PANDAWA LIMA, perbedaan tersebut melebur menjadi satu kesatuan.

Tidak ada penampilan yang dapat berjalan maksimal apabila hanya mengandalkan satu atau dua orang. Semua anggota harus menjalankan perannya masing-masing.

Ada yang bertugas memainkan alat musik tertentu, ada yang menjaga irama, ada yang harus memperhatikan barisan, dan ada pula yang harus mengikuti setiap aba-aba dengan tepat.

Karena itulah, drumband dapat menjadi salah satu sarana pendidikan karakter yang menarik bagi para pelajar.

Melalui latihan dan penampilan, siswa diajarkan bahwa keberhasilan sebuah kelompok sangat ditentukan oleh kerja sama seluruh anggotanya.

Sekolah Dorong Siswa Aktif dalam Kegiatan Positif

Keikutsertaan SMPN 5 Tebing Tinggi dalam perlombaan tersebut juga memperlihatkan dukungan sekolah terhadap kegiatan positif yang melibatkan siswa.

Bagi sekolah, prestasi peserta didik tidak hanya diukur dari nilai akademik. Kemampuan siswa dalam mengembangkan bakat, berorganisasi, bekerja sama dan tampil percaya diri juga menjadi bagian penting dari proses pendidikan.

Kegiatan drumband menjadi salah satu pilihan untuk mengembangkan berbagai kemampuan tersebut.

Siswa tidak hanya belajar tentang musik, tetapi juga belajar mengenai kedisiplinan waktu, ketepatan gerakan, konsentrasi dan rasa tanggung jawab.

Dalam sebuah kelompok besar yang terdiri dari 87 siswa, komunikasi menjadi salah satu hal yang sangat penting. Setiap anggota harus mampu memahami instruksi dan menjaga koordinasi dengan anggota lainnya.

Hal itu tentu menjadi pengalaman tersendiri bagi para pelajar SMPN 5 Tebing Tinggi.

Momentum Mengasah Mental dan Kepercayaan Diri

Mengikuti perlombaan di hadapan orang banyak juga dapat menjadi sarana bagi siswa untuk melatih mental.

Tidak semua pelajar memiliki keberanian tampil di depan publik. Namun melalui kegiatan drumband, siswa mendapatkan ruang untuk mengembangkan rasa percaya diri.

Mereka belajar menghadapi suasana perlombaan, menjaga konsentrasi ketika berada di lapangan dan tetap berusaha menampilkan kemampuan terbaik meskipun berada dalam tekanan.

Pengalaman seperti ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka dalam menghadapi berbagai tantangan pada masa mendatang.

Sebab, pendidikan bukan hanya tentang bagaimana seorang siswa memperoleh pengetahuan, tetapi juga bagaimana mereka tumbuh menjadi pribadi yang memiliki keberanian, tanggung jawab dan kemampuan bekerja sama.

HUT RI ke-81 Jadi Panggung Generasi Muda

Peringatan HUT RI ke-81 tahun 2026 menjadi momentum yang tepat bagi para pelajar untuk menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif.

Jika dahulu para pahlawan berjuang dengan tenaga dan pengorbanan untuk merebut serta mempertahankan kemerdekaan, maka generasi saat ini memiliki tantangan berbeda.

Pelajar dapat mengisi kemerdekaan dengan belajar, berkarya, mengembangkan bakat, menjaga persatuan dan berprestasi sesuai bidang masing-masing.

Kehadiran 87 anggota drumband PANDAWA LIMA di Lapangan Bola Talang Jawa menjadi salah satu gambaran sederhana bagaimana semangat tersebut dapat diwujudkan.

Dentuman alat musik, barisan para siswa dan semangat mengikuti perlombaan menjadi bagian dari warna peringatan kemerdekaan di Kecamatan Tebing Tinggi.

Yang terpenting, kegiatan tersebut memberikan pengalaman bagi para siswa bahwa setiap proses membutuhkan latihan, kedisiplinan dan kerja sama.

Bagi SMP Negeri 5 Tebing Tinggi, keikutsertaan PANDAWA LIMA dalam lomba drumband tingkat kecamatan juga menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang di luar bidang akademik.

Dengan dukungan sekolah dan semangat para siswa, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi pengalaman positif yang terus dikenang.

Terlepas dari bagaimana hasil akhir perlombaan, keberanian 87 siswa untuk tampil dan membawa nama sekolah sudah menjadi bagian dari proses pembelajaran yang berharga.

Mereka telah mengambil bagian dalam perayaan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dengan cara mereka sendiri: melalui musik, kekompakan, kedisiplinan dan semangat kebersamaan.

Dari Lapangan Bola Talang Jawa, semangat kemerdekaan pun kembali menemukan bentuknya. Bukan hanya dalam upacara dan pengibaran bendera, tetapi juga melalui langkah para pelajar yang terus belajar, berkarya dan berani tampil.

PANDAWA LIMA telah membawa 87 siswa SMPN 5 Tebing Tinggi menjadi bagian dari semarak kemerdekaan di Kabupaten Empat Lawang—membuktikan bahwa semangat merah putih juga dapat bergema lewat setiap hentakan drumband generasi muda. (TIM)

Share:

Monday, April 27, 2026

Demi Keselamatan Warga! Kades Pajar Bakti Turun Tangan Pimpin Tebas Bayang Sepanjang 7 Kilometer dalam rangka HUT Empat Lawang ke-19

Empat Lawang UKN

Semangat gotong royong kembali menggema di Kabupaten Empat Lawang. Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Empat Lawang ke-19 tahun 2026, warga Desa Pajar Bakti bersama perangkat desa turun langsung melakukan kegiatan tebas bayang di sepanjang jalan menuju Desa Pajar Bakti hingga Desa Tanjung Kupang Baru, Kecamatan Tebing Tinggi.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Jangcik selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Pajar Bakti itu menjadi bukti nyata kepedulian pemerintah desa terhadap keselamatan masyarakat pengguna jalan. Dengan membawa parang, mesin rumput, dan peralatan seadanya, warga tampak antusias membersihkan semak belukar serta rumput liar yang selama ini memakan badan jalan.

Aksi sosial tersebut dilaksanakan pada Senin, 27 April 2026. Sejak pagi hari, masyarakat sudah berkumpul dan menyisir ruas jalan yang dipenuhi rumput liar. Tidak hanya kaum pria, sejumlah pemuda dan perangkat desa juga ikut ambil bagian demi menciptakan akses jalan yang aman dan nyaman dilalui masyarakat.

Menurut Jangcik, kondisi jalan yang dipenuhi rumput liar sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Selain mempersempit badan jalan, semak yang menjulang tinggi juga menghalangi pandangan pengendara ketika berpapasan dengan kendaraan lain.

“Kalau tidak dibersihkan dengan tebas bayang, jalan ini rawan kecelakaan. Rumput liar sudah sangat rimbun dan memakan badan jalan, sehingga mengganggu pengguna jalan,” ungkap Jangcik saat ditemui awak media di lokasi kegiatan.

Ia mengatakan, gotong royong tersebut merupakan hasil musyawarah bersama warga dan perangkat desa. Kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan serta akses jalan dinilai menjadi modal utama dalam menciptakan desa yang aman dan nyaman.

“Alhamdulillah, dalam rangka HUT Empat Lawang ini, kami warga dan perangkat Desa Pajar Bakti dapat melakukan gotong royong membersihkan jalan sepanjang kurang lebih 7 kilometer. Sebab rumput-rumput liar di pinggir jalan ini sudah sangat mengganggu. Maka saya selaku kepala desa bermusyawarah bersama warga dan perangkat untuk melakukan gotong royong ini,” ujar Jangcik.

Kegiatan tebas bayang tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar. Warga menilai langkah cepat pemerintah desa sangat membantu aktivitas sehari-hari, terutama bagi petani dan anak sekolah yang setiap hari melintasi jalan tersebut.

Salah seorang warga mengatakan, sebelum dibersihkan, jalan menuju desa memang cukup mengkhawatirkan. Selain licin saat hujan, rumput liar yang menjuntai ke badan jalan membuat pengendara sulit melihat kondisi di depan.

“Kalau motor berpapasan sering susah, apalagi kalau malam hari. Rumputnya tinggi-tinggi dan sudah masuk ke badan jalan. Sekarang sudah jauh lebih bagus dan aman,” ujar warga setempat.

Tidak hanya sekadar membersihkan jalan, kegiatan gotong royong itu juga menjadi ajang mempererat kekompakan antara pemerintah desa dan masyarakat. Suasana kebersamaan tampak begitu terasa selama kegiatan berlangsung. Warga saling membantu dan bekerja sama tanpa memandang usia maupun jabatan.

Semangat seperti inilah yang dinilai masih sangat kuat di desa-desa Kabupaten Empat Lawang. Budaya gotong royong tetap menjadi ciri khas masyarakat pedesaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan maupun sosial.

Momentum HUT Empat Lawang ke-19 juga dimanfaatkan pemerintah desa untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat terhadap fasilitas umum. Jangcik berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin, tidak hanya saat peringatan hari besar daerah saja.

Ia juga mengimbau masyarakat agar bersama-sama menjaga kebersihan jalan dan lingkungan sekitar demi keselamatan bersama. Menurutnya, akses jalan yang bersih dan nyaman akan berdampak positif terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga desa.

Selain itu, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata bahwa pembangunan desa tidak selalu harus menunggu bantuan besar dari pemerintah. Dengan kekompakan dan kepedulian masyarakat, berbagai persoalan di lingkungan desa dapat diselesaikan secara bersama-sama. (TIM)

 

Share:

Saturday, April 18, 2026

"Warga Jaya Loka Mengeluh Soal Sertifikat Tanah dan Bantuan Sosial, Anggota DPRD Empat Lawang Siap Turun Tangan!"

Empat Lawang  UKN

Kegiatan reses tahap 2 tahun 2026 yang digelar anggota DPRD Empat Lawang, Herman Rusul Yunus, dari Fraksi Partai Demokrat di RT 2 RW 1 Kelurahan Jaya Loka, Kecamatan Tebing Tinggi, menyisakan banyak cerita menarik dan penuh perhatian. Tidak hanya sekadar silaturahmi politik, reses ini menghadirkan dialog langsung yang menguak berbagai keluhan warga, mulai dari persoalan administrasi sertifikat tanah hingga bantuan sosial yang belum tersalurkan dengan baik.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua RW 01, Ketua RT 01 dan RT 02, serta sejumlah warga setempat. Hadir pula perwakilan dari sekretariat DPRD Empat Lawang, yang mencerminkan keseriusan dalam menampung aspirasi masyarakat. Kegiatan reses yang biasanya dianggap formal ini ternyata menjadi momentum untuk membicarakan persoalan nyata yang dihadapi warga Jaya Loka sehari-hari.

“Reses Bukan Sekadar Seremonial”

Dalam kesempatan itu, Herman Rusul Yunus menegaskan bahwa reses bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan momen penting bagi anggota dewan untuk mendengar langsung suara masyarakat. Tema yang diangkat kali ini cukup menarik dan dekat dengan kehidupan warga: susah payahnya mengurus sertifikat tanah hak milik di Kabupaten Empat Lawang.

Herman bahkan berbagi pengalaman pribadinya, yang cukup mengejutkan bagi sebagian warga. Ia mengungkapkan bahwa sejak Oktober 2025, ia mulai mengurus sertifikat tanah miliknya sendiri, namun hingga reses ini dilaksanakan, prosesnya belum selesai. Kisah tersebut sontak membuat warga tersadar bahwa kesulitan mengurus sertifikat tanah bukan hanya dialami masyarakat biasa, tetapi juga wakil rakyat sendiri.

“Kalau saya yang punya akses dan sumber daya masih kesulitan, bagaimana warga biasa yang sehari-hari bekerja keras?” ungkap Herman dengan nada serius namun hangat. Pernyataan ini menjadi pembuka dialog yang cukup intens, di mana warga pun mulai menyampaikan pengalaman mereka masing-masing terkait pengurusan sertifikat tanah.

Keluhan Warga Mengalir Tanpa Henti

Ketua RW 01, yang dikenal dekat dengan warganya, mengambil kesempatan untuk menyampaikan beberapa hal krusial yang selama ini menjadi keresahan masyarakat Jaya Loka. Pertama, terkait program MBG balita, yang hingga saat ini belum terealisasi di lingkungan RW 01. Hal ini cukup mengganggu bagi warga yang ingin memastikan tumbuh kembang anak-anak mereka mendapatkan perhatian optimal dari pemerintah.

Selanjutnya, masalah Kartu Indonesia Sehat (KIS) juga menjadi sorotan. Banyak warga yang mengaku bahwa KIS mereka “mati” atau tidak aktif, padahal mereka sangat membutuhkan fasilitas kesehatan yang dijamin melalui kartu tersebut. Ketidakpastian ini menimbulkan kekhawatiran terutama bagi keluarga dengan anggota yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Bukan hanya itu, Ketua RW juga mengangkat isu bantuan beras yang selama ini dinilai tidak tepat sasaran. Menurutnya, banyak warga yang layak menerima bantuan justru datanya dihapus dari daftar tanpa adanya konfirmasi ke RW atau RT setempat. Hal ini menimbulkan rasa ketidakadilan dan kekecewaan di kalangan masyarakat yang memang sangat bergantung pada bantuan tersebut.

Dan yang menjadi perhatian utama dari reses ini adalah pengurusan sertifikat tanah melalui program PRONA. Ketua RW 01 menegaskan bahwa informasi terkait program ini seringkali tidak sampai ke tingkat RW, sehingga warga tidak mengetahui apakah PRONA akan dilaksanakan tahun ini atau tidak. Ketidakjelasan informasi ini semakin menambah kesulitan masyarakat dalam mengurus dokumen kepemilikan tanah mereka.

Janji Herman Rusul: Masalah Warga Jadi Prioritas

Menanggapi keluhan-keluhan tersebut, Herman Rusul Yunus menunjukkan respons yang cepat dan tegas. Ia menegaskan bahwa semua aspirasi dan keluhan yang diterima selama reses akan dicatat secara detail, kemudian dibawa ke DPRD Empat Lawang untuk dibahas lebih lanjut.

“Setiap keluhan warga adalah tanggung jawab saya sebagai wakil rakyat. Tidak ada yang saya anggap sepele, karena yang saya dengar di sini adalah kehidupan nyata masyarakat Jaya Loka,” ujar Herman dengan penuh komitmen. Pernyataan ini disambut dengan tepuk tangan warga, yang merasa didengar dan diperhatikan.

Selain itu, Herman berjanji akan mengupayakan transparansi dan kelancaran informasi terkait pengurusan sertifikat tanah serta bantuan sosial. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah desa, RW, RT, dan masyarakat agar program-program pemerintah benar-benar tepat sasaran.

 

Warga Merasa Didengar, Harapan Baru Muncul

Reses ini membuktikan bahwa dialog antara wakil rakyat dan masyarakat bisa menghasilkan pemahaman yang lebih baik tentang masalah nyata di lapangan. Beberapa warga bahkan mengungkapkan rasa lega karena akhirnya ada pihak yang mau mendengar keluhan mereka secara langsung, tanpa perantara.

“Biasanya kami hanya bisa mengadu lewat surat atau telepon, tapi jarang ditanggapi. Hari ini Pak Herman datang langsung, bertemu kami, dan mendengar sendiri keluhan kami. Itu sangat berarti,” kata seorang ibu warga RW 01, yang enggan disebutkan namanya.

Selain soal sertifikat tanah dan bantuan sosial, warga juga berharap agar program kesehatan dan pendidikan untuk anak-anak mereka bisa lebih diperhatikan. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Jaya Loka tidak hanya peduli pada urusan administrasi, tetapi juga pada kualitas hidup dan masa depan anak-anak mereka.

 

Kesimpulan: Reses Bermakna, Aspirasi Ditampung

Reses tahap 2 tahun 2026 yang digelar Herman Rusul Yunus di Kelurahan Jaya Loka bukan sekadar kegiatan seremonial. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk menampung aspirasi masyarakat, mengidentifikasi persoalan yang nyata, dan memberikan janji aksi konkret dari wakil rakyat.

Dengan dialog yang hangat dan penuh empati, Herman berhasil menunjukkan bahwa anggota DPRD bisa dekat dengan warganya, mendengar keluhan mereka, dan membawa aspirasi tersebut ke tingkat yang lebih tinggi. Kegiatan reses ini menjadi bukti nyata bahwa politik tidak harus jauh dari kehidupan sehari-hari, tetapi bisa hadir sebagai solusi konkret bagi masyarakat.

Warga Jaya Loka pun kini menaruh harapan besar pada janji-janji yang diucapkan Herman. Mereka ingin melihat perubahan nyata, mulai dari proses pengurusan sertifikat tanah yang lebih mudah, bantuan sosial yang tepat sasaran, hingga program kesehatan dan pendidikan yang bisa dirasakan manfaatnya secara langsung.

Satu hal yang pasti, reses ini membuktikan bahwa ketika wakil rakyat turun langsung ke lapangan, mendengar, dan memahami persoalan warganya, maka politik tidak lagi sekadar retorika, tetapi menjadi alat nyata untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat. (TIM)

Share:

Friday, February 27, 2026

Bupati Empat Lawang Takziah ke Rumah Duka Almarhum H. Alex Noerdin, Sampaikan Doa dan Belasungkawa Mendalam

Empat Lawang UKN

Suasana duka yang mendalam menyelimuti rumah duka almarhum H. Alex Noerdin, mantan Gubernur Sumatera Selatan yang telah meninggalkan jejak besar dalam sejarah pembangunan daerah tersebut. Kehadiran para tokoh masyarakat, pejabat daerah, serta berbagai elemen masyarakat di kediaman almarhum, menunjukkan rasa hormat yang tulus atas dedikasi dan pengabdiannya selama memimpin Sumatera Selatan dalam dua periode berturut-turut. Salah satu yang hadir adalah Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, yang datang langsung untuk memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan doa serta belasungkawa kepada keluarga besar almarhum.

H. Alex Noerdin adalah sosok pemimpin yang dikenal luas karena berbagai kontribusinya dalam memajukan Provinsi Sumatera Selatan. Selama dua periode menjabat sebagai gubernur (2008–2018), beliau tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga berusaha mengangkat derajat ekonomi masyarakat, memperkuat sektor pendidikan, dan menjaga kestabilan politik daerah. Kematian beliau pada usia yang cukup produktif meninggalkan duka yang mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi seluruh masyarakat Sumatera Selatan.

Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, yang dikenal sebagai sosok pemimpin yang ramah dan peduli terhadap kemajuan daerah, turut merasakan kehilangan tersebut. Kehadiran beliau ke rumah duka almarhum H. Alex Noerdin diiringi oleh sang istri, Hj. Heppy Sapriani, menjadi simbol dari solidaritas dan empati yang mendalam terhadap keluarga yang ditinggalkan. Keduanya dengan penuh ketulusan hadir untuk memberikan dukungan moral dan spiritual.

Seperti yang terlihat, suasana rumah duka dipenuhi oleh pelayat yang datang dari berbagai kalangan. Tokoh masyarakat, politisi, dan pejabat daerah hadir dalam jumlah besar, menunjukkan betapa besar rasa hormat mereka terhadap almarhum. Mereka datang untuk mengenang jasa-jasa H. Alex Noerdin, serta memberikan doa agar almarhum diberikan tempat yang layak di sisi Tuhan.

Namun, di antara sekian banyak tokoh yang hadir, Bupati Empat Lawang H. Joncik Muhammad bersama istrinya menjadi sorotan. Kedua pemimpin daerah ini datang bukan hanya sebagai pelayat, tetapi juga sebagai wakil masyarakat Empat Lawang untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang sudah banyak berjasa bagi Sumatera Selatan.

Dalam suasana penuh haru tersebut, Bupati Joncik Muhammad menyampaikan doa dan belasungkawa yang mendalam. Ia terlihat berdiri di samping keluarga almarhum, menyampaikan kata-kata yang penuh empati dan pengharapan. “Kepergian almarhum H. Alex Noerdin adalah kehilangan besar, bukan hanya untuk keluarga beliau, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Sumatera Selatan, termasuk kami di Empat Lawang,” ujar Joncik Muhammad dengan wajah penuh keprihatinan.

Almarhum H. Alex Noerdin bukan hanya dikenal sebagai seorang pemimpin yang bijaksana, tetapi juga sebagai seorang yang memiliki visi besar dalam memajukan daerah. Di bawah kepemimpinannya, Sumatera Selatan mengalami berbagai perubahan signifikan. Pembangunan infrastruktur yang masif, perbaikan kualitas pendidikan, serta peningkatan sektor ekonomi menjadi beberapa aspek yang terus dikenang.

Sebagai contoh, almarhum memimpin pembangunan Jembatan Musi VI yang menjadi ikon penting di Palembang, serta mendirikan berbagai proyek yang membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Tidak hanya itu, H. Alex Noerdin juga memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan memperbaiki fasilitas kesehatan di daerah-daerah yang selama ini tertinggal. Berbagai kebijakan yang beliau buat selama menjabat sebagai gubernur memberikan dampak positif yang besar bagi masyarakat, dan itu masih bisa dirasakan hingga saat ini.

Bupati Empat Lawang, Joncik Muhammad, dalam kesempatan tersebut juga menyoroti pentingnya kontribusi almarhum dalam pembangunan di kawasan Empat Lawang. “Kami sangat merasakan betul manfaat dari berbagai kebijakan yang dicanangkan oleh beliau. Kepergian beliau menjadi kehilangan besar bagi kami semua,” tuturnya dengan suara yang penuh rasa hormat.

Selain memberikan penghormatan, takziah Bupati Empat Lawang juga diwarnai dengan doa dan harapan. Sebagai seorang pemimpin daerah, Joncik Muhammad mengungkapkan harapannya agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan. “Semoga almarhum husnul khatimah, diterima segala amal ibadahnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ucap Joncik dengan penuh keikhlasan.

Takziah yang dilakukan oleh Bupati Empat Lawang ini juga menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya menghargai jasa-jasa pemimpin yang telah berjasa bagi masyarakat. H. Alex Noerdin adalah sosok yang telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa untuk daerah ini, dan kepergiannya meninggalkan kesan yang mendalam bagi setiap orang yang pernah bekerja sama dengannya.

Kehadiran Bupati Empat Lawang ke rumah duka juga menjadi simbol dari solidaritas antar daerah. Meskipun Empat Lawang dan Palembang merupakan dua daerah yang berbeda, namun kedekatan antara kedua pemimpin ini menunjukkan adanya ikatan kuat antara mereka. Bupati Joncik Muhammad tidak hanya hadir sebagai pelayat, tetapi juga sebagai sahabat dan rekan sejalan dalam pembangunan Sumatera Selatan.

“Ini adalah bentuk solidaritas kami, bahwa walaupun kami berada di daerah yang berbeda, namun kami merasa kehilangan yang sama. H. Alex Noerdin bukan hanya milik Palembang, tetapi milik seluruh masyarakat Sumatera Selatan,” ungkap Joncik.

Solidaritas ini mencerminkan pentingnya hubungan antar pemerintah daerah dalam menjaga keharmonisan dan memperkuat kerjasama untuk kemajuan bersama. Kehadiran para pejabat daerah yang ikut memberikan penghormatan terakhir juga menjadi bukti bahwa semangat persatuan dan kesatuan tetap terjaga meski dalam kesedihan.

Lebih dari sekadar pertemuan untuk memberi penghormatan, takziah yang dilakukan oleh Bupati Empat Lawang juga membawa pesan moral yang dalam. Kehilangan adalah bagian dari kehidupan yang tak bisa dihindari, namun bagaimana kita menghargai dan mengenang jasa-jasa yang telah diberikan oleh seseorang adalah hal yang lebih penting.

Takziah ini mengajarkan kita bahwa dalam setiap kepergian, ada banyak pelajaran yang bisa diambil. Almarhum H. Alex Noerdin meninggalkan warisan yang tak ternilai harganya, dan melalui doa serta penghormatan yang diberikan oleh Bupati Empat Lawang, kita semua diingatkan untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan pengabdian bagi kemajuan daerah, apapun posisi kita.

Semoga almarhum diberikan tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi ujian hidup ini. (TIM)

Share:

Subhanallah! Pagi Penuh Berkah di SDN 10 Tebing Tinggi, Ratusan Siswa Serentak Sholat Dhuha dan Baca Yasin di Bulan Ramadhan

Empat Lawang UKN

Suasana berbeda tampak di halaman SD Negeri 10 Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, pada Jumat pagi, 27 Februari 2026. Di tengah sejuknya udara Ramadhan, ratusan siswa kelas 3, 4, 5, dan 6 bersama para guru melaksanakan sholat dhuha berjemaah dengan penuh kekhusyukan. Pemandangan itu bukan sekadar rutinitas ibadah biasa, melainkan bagian dari pembinaan karakter religius yang terus digalakkan pihak sekolah.

Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa telah bersiap dengan mukena dan perlengkapan sholat masing-masing. Barisan anak-anak yang biasanya riuh dengan canda, pagi itu tampak tertib dan tenang. Guru-guru mengarahkan dengan sabar, memastikan saf tersusun rapi. Lantunan niat dan takbir menggema lembut, menyatu dengan semangat Ramadhan yang membawa kesejukan spiritual di lingkungan sekolah.

Kegiatan sholat dhuha berjemaah ini dilaksanakan dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Namun lebih dari itu, kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membentuk kebiasaan baik sejak dini. Di usia sekolah dasar, anak-anak sedang berada dalam fase emas pembentukan karakter. Apa yang ditanamkan hari ini akan menjadi pondasi bagi masa depan mereka.

Kepala sekolah Marlin Suryani, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni Ramadhan, tetapi merupakan bagian dari program pembiasaan ibadah di sekolah.

“Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka bulan Ramadhan dan sekaligus memperkenalkan serta mempraktikkan bagaimana cara sholat dhuha bagi peserta didik, khususnya siswa SD Negeri 10. Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu secara teori, tetapi juga benar-benar bisa melaksanakannya,” ujar beliau dengan penuh semangat.

Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik semata. Nilai-nilai spiritual, kedisiplinan, dan kebersamaan juga menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran. Melalui sholat dhuha berjemaah, siswa belajar tentang ketertiban, kekompakan, serta kekhusyukan dalam beribadah.

Sholat dhuha sendiri merupakan salah satu sholat sunnah yang memiliki banyak keutamaan. Selain sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT, sholat dhuha juga diyakini membuka pintu rezeki dan mempermudah segala urusan. Dengan membiasakan siswa melaksanakan sholat dhuha, sekolah berharap nilai-nilai kebaikan tersebut tertanam kuat dalam diri anak-anak.

Tak hanya sholat dhuha, setiap Jumat pihak sekolah juga rutin mengadakan pembacaan Surah Yasin bersama. Tradisi ini telah menjadi agenda tetap yang dinanti-nantikan para siswa. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibaca bersama-sama menciptakan suasana religius yang menyentuh hati.

“Selain sholat dhuha, setiap Jumat kami juga mengadakan pembacaan Yasin bersama. Ini menjadi bagian dari pembinaan rohani anak-anak agar mereka semakin dekat dengan Al-Qur’an,” tambah Ibu Marlin.

Suasana pembacaan Yasin pagi itu terasa begitu khidmat. Anak-anak membaca dengan suara lantang namun tetap tertib. Guru-guru mendampingi, membetulkan tajwid dan pelafalan jika ada yang kurang tepat. Tidak sedikit orang tua yang merasa bangga melihat perubahan positif pada anak-anak mereka setelah mengikuti kegiatan rutin ini.

Salah satu guru agama di sekolah tersebut, Rahayu, turut memberikan siraman rohani sebagai penutup kegiatan. Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pentingnya menjaga sholat, berbuat baik kepada orang tua, serta memanfaatkan bulan Ramadhan untuk memperbanyak amal kebaikan.

“Ramadhan adalah bulan penuh berkah. Anak-anak harus belajar sejak sekarang untuk mencintai sholat dan Al-Qur’an. Jika sejak kecil sudah terbiasa, insyaAllah hingga dewasa akan tetap istiqamah,” tutur beliau dalam ceramah singkatnya.

Siraman rohani tersebut disampaikan dengan bahasa sederhana yang mudah dipahami siswa sekolah dasar. Anak-anak tampak menyimak dengan penuh perhatian. Sesekali terdengar jawaban serempak ketika guru memberikan pertanyaan ringan seputar makna puasa dan pentingnya berbuat baik.

Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara guru dan murid. Ibadah yang dilakukan bersama menciptakan kedekatan emosional yang lebih dalam dibandingkan interaksi di ruang kelas biasa. Di momen seperti inilah nilai keteladanan benar-benar terlihat. Anak-anak tidak hanya mendengar nasihat, tetapi juga melihat langsung praktik ibadah yang dicontohkan para guru.

Masyarakat sekitar pun memberikan apresiasi terhadap kegiatan positif tersebut. Di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks, pembinaan karakter berbasis agama dianggap sebagai langkah strategis dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.

Program pembiasaan ibadah ini sejalan dengan visi sekolah untuk menciptakan peserta didik yang cerdas, berakhlak mulia, dan berkarakter kuat. Pendidikan karakter menjadi prioritas utama, karena keberhasilan sejati tidak hanya diukur dari nilai rapor, tetapi juga dari sikap dan perilaku sehari-hari.

Ramadhan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat program ini. Suasana spiritual yang memang sedang meningkat di tengah masyarakat dimanfaatkan sekolah untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan secara lebih intensif. Tidak menutup kemungkinan, kegiatan serupa akan terus dikembangkan dengan variasi program keagamaan lainnya.

Bagi para siswa, pengalaman sholat dhuha berjemaah di sekolah menjadi kenangan yang membekas. Mereka belajar bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar matematika dan bahasa, tetapi juga tempat menumbuhkan iman dan takwa.

Senyum polos dan wajah-wajah ceria usai kegiatan menjadi bukti bahwa pembelajaran spiritual dapat dikemas dengan suasana menyenangkan. Anak-anak kembali ke kelas dengan hati yang lebih tenang, siap mengikuti pelajaran dengan semangat baru.

Apa yang dilakukan SD Negeri 10 Tebing Tinggi patut menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain, khususnya di Kabupaten Empat Lawang. Di tengah arus modernisasi, menjaga nilai-nilai religius sejak usia dini adalah investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.

Ramadhan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperbaiki diri dan memperkuat keimanan. Di SD Negeri 10 Tebing Tinggi, semangat itu nyata terasa. Dari saf-saf kecil yang tersusun rapi, dari lantunan Yasin yang menggema, hingga siraman rohani yang menyentuh hati - semuanya menjadi bukti bahwa generasi Qurani sedang tumbuh di Bumi Empat Lawang.

Dan Jumat pagi itu, menjadi saksi bahwa pendidikan terbaik adalah pendidikan yang menyentuh hati. (TIM)

 

 

 

 

Share:

Tuesday, February 24, 2026

Membangun Kebersamaan dan Keakraban di Bulan Suci, Bupati Empat Lawang Safari Ramadhan di Masjid Jamik Kecamatan Muara Pinang

Empat Lawang UKN

Bulan Ramadhan selalu menjadi momen yang penuh berkah dan kebersamaan. Di Kabupaten Empat Lawang, suasana Ramadan tahun ini terasa begitu hangat, dengan adanya kegiatan Safari Ramadhan yang dipusatkan di Masjid Jamik, Desa Sapa Panjang, Kecamatan Muara Pinang. Kegiatan yang berlangsung pada Senin malam (23 Februari 2026) ini tidak hanya menjadi ajang untuk beribadah, tetapi juga mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Bupati Empat Lawang, H. Joncik Muhammad, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPRD Empat Lawang, serta beberapa instansi vertikal dan Ketua TP-PKK, menyapa langsung masyarakat setempat. Kehadiran mereka di Masjid Jamik menjadi simbol nyata kebersamaan pemerintah daerah dengan masyarakat di bulan yang penuh ampunan ini.

Safari Ramadhan Pemkab Empat Lawang kali ini menjadi salah satu momen yang sangat ditunggu-tunggu oleh warga. Sejak kedatangan rombongan bupati dan para pejabat daerah, suasana masjid menjadi penuh kehangatan. Ratusan warga yang hadir menyambut dengan penuh antusias, bersalaman dan berbincang ringan dengan para pejabat yang hadir. Hal ini menggambarkan betapa eratnya hubungan antara masyarakat dan pemerintah yang terjalin dalam suasana yang penuh keakraban.

Bupati H. Joncik Muhammad mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk lebih dekat dengan masyarakat, khususnya dalam menyambut bulan suci Ramadhan. “Kegiatan safari Ramadhan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi lebih sebagai momentum untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan masyarakat,” ujar Bupati yang dikenal dekat dengan rakyat ini.

Selain untuk silaturahmi, acara ini juga menjadi ajang untuk berbagi, yang tercermin dalam pemberian bantuan kepada Masjid Jamik. Pemerintah Kabupaten Empat Lawang melalui Bupati memberikan bantuan sebesar 10 juta rupiah untuk mendukung pembangunan dan operasional masjid. Bantuan ini diharapkan dapat digunakan untuk memperbaiki fasilitas masjid, sehingga umat dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk.

Dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut, Bupati Joncik menyampaikan pesan khusus kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk memperkuat rasa persaudaraan dan memperkokoh semangat persatuan antara pemerintah dan masyarakat. “Bulan Ramadhan ini adalah momen untuk meningkatkan kepedulian sosial, saling berbagi, dan mempererat hubungan antar sesama. Kita harus selalu ingat bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam membangun daerah,” tegasnya.

Bantuan senilai 10 juta rupiah yang diberikan kepada Masjid Jamik Desa Sapa Panjang merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung kegiatan keagamaan dan pembangunan fasilitas publik. Dengan adanya bantuan ini, diharapkan masjid dapat terus berfungsi sebagai tempat ibadah yang nyaman bagi masyarakat sekitar. Tidak hanya untuk kegiatan sholat berjamaah, tetapi juga untuk berbagai kegiatan keagamaan lainnya yang dapat meningkatkan kualitas spiritual warga.

Bupati Joncik Muhammad juga menekankan pentingnya komunikasi yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Ia mengatakan, bahwa salah satu tujuan utama dari Safari Ramadhan ini adalah agar pemerintah dapat mendengar langsung aspirasi dan keluhan masyarakat. “Kami ingin terus hadir di tengah-tengah masyarakat, mendengarkan apa yang menjadi kebutuhan mereka, dan bekerja keras untuk mewujudkan kesejahteraan bersama,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Empat Lawang berkomitmen untuk menjaga komunikasi yang harmonis dengan seluruh lapisan masyarakat. Salah satu cara yang dilakukan adalah dengan rutin menggelar kegiatan Safari Ramadhan setiap tahun. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan tercipta ikatan emosional yang lebih kuat antara masyarakat dengan pemerintah, sehingga segala permasalahan dapat diselesaikan dengan cara musyawarah dan gotong royong.

Selain itu, kegiatan Safari Ramadhan ini juga memberi ruang bagi masyarakat untuk lebih mengenal para pejabat daerah secara langsung. Masyarakat dapat menyampaikan berbagai usulan atau kritik dengan cara yang santai dan penuh keakraban, yang tentunya akan sangat membantu pemerintah dalam menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Safari Ramadhan juga merupakan momen yang tepat untuk merayakan keberagaman yang ada di Kabupaten Empat Lawang. Berbagai latar belakang etnis, budaya, dan agama yang ada di wilayah ini dapat bersatu dalam satu tujuan, yaitu meningkatkan kualitas hidup melalui semangat kebersamaan dan persatuan.

Di tengah-tengah acara, terlihat jelas bagaimana masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang berkumpul dengan penuh semangat. Bupati Joncik Muhammad dalam pidatonya mengajak seluruh warga untuk terus menjaga keharmonisan dalam keberagaman, karena di bulan suci Ramadhan ini, perbedaan bukanlah halangan, tetapi justru menjadi kekuatan untuk membangun kedamaian.

“Di bulan yang penuh berkah ini, mari kita tinggalkan segala perbedaan dan fokus untuk mempererat hubungan kita, baik antar sesama warga maupun antara pemerintah dan masyarakat,” ajak Bupati dalam pidatonya yang disambut dengan tepuk tangan meriah oleh para jamaah.

Safari Ramadhan di Masjid Jamik Desa Sapa Panjang ini bukan hanya sekadar kegiatan tahunan, tetapi juga menjadi simbol dari semangat kebersamaan yang ingin terus dipelihara oleh Pemerintah Kabupaten Empat Lawang. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan semakin terjalin komunikasi yang harmonis dan terbuka antara pemerintah dan masyarakat, serta membawa dampak positif bagi pembangunan daerah.

Bupati Joncik Muhammad menutup acara dengan harapan besar. Ia berharap agar seluruh masyarakat Kabupaten Empat Lawang dapat terus menjaga semangat kebersamaan dan meningkatkan kepedulian sosial, baik dalam bulan Ramadhan ini maupun di luar bulan suci. “Mari kita semua saling mendukung, memperkuat ikatan persaudaraan, dan bekerja sama untuk mewujudkan Empat Lawang yang lebih baik,” tutupnya.

Safari Ramadhan di Kecamatan Muara Pinang kali ini memang menjadi momentum yang penuh makna. Bukan hanya sekadar untuk beribadah, tetapi lebih dari itu, kegiatan ini menggambarkan bagaimana pemerintah dan masyarakat saling bahu-membahu dalam menciptakan kehidupan yang lebih harmonis dan sejahtera. Dengan semangat kebersamaan ini, diharapkan Kabupaten Empat Lawang dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya. (TIM)

Share:

Featured Post

Usai Dengarkan Pidato Prabowo, Ketua DPRD Empat Lawang Sampaikan Pesan Penting: “Kami Dukung Penuh”

SMAN 3 TT 4L

SMAN 1 MP 4L

SMAN 1 LK 4L

SMAN 2 TT 4L

SMKN 2 PDP 4L

SMPN 1 TT

SMPN 5 TT

SMPN 7 TT 4L

SMPN 1 POBAR 4L

SDN 5 TEBING TINGGI

SDN 12 TT 4L

SDN 14 TT 4L

SDN 28 TT 4L

SDN 4 TP 4L

SDN 3 TP 4L

SDN 2 TP 4L

SDN 1 TP 4L

Cari di web ini

Tag

Recent Posts